Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu.
1. Ayahnya
Jika seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajarkan shalat, mengaji, dan sebagainya. Dia membiarkan anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya. Duhai lelaki yg bergelar Ayah, bagaimanakah keadaan anak perempuanmu
sekarang? Apakah kau mengajar shalat dan shaum (puasa) padanya? Menutup aurat? Pengetahuan agama? Jika tidak terpenuhi, maka bersedialah untuk menjadi bagian dari
Neraka.
2. Suaminya
Apabila suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas. Membiarkan istri berhias diri untuk lelaki yang bukan mahramnya. Jika suami mendiam istri yang seperti itu walaupun suami adalah orang yang alim, suami adalah shalatnya yang tidak pernah bolong, suami adalah yang shaumnya tidak pernah lalai. Maka dia akan
turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dalam Neraka. Duhai lelaki yang bergelar Suami, bagaimanakah keadaan istri tercinta sekarang? Dimanakah dia? Bagaimana akhlaknya? Jika tidak kau jaga mengikuti ketetapan Islam, maka terimalah
keniscayaan yang kau akan sehidup semati bersamanya hingga Neraka.
3. Saudara Lelakinya
Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga kehormatan wanita jatuh pada saudara lelakinya (kakak, paman). Jika mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik atau keponakannya dibiarkan dari ajaran Islam, maka tunggulah tarikan mereka di akhirat kelak. Duhai lelaki yg mempunyai saudara perempuan, jangan hanya menjaga amalmu dan melupakan amanah yang lain. Karena kau juga akan pertanggungjawabkan diakhirat kelak.
4. Anak Lelakinya
Apabila seorang anak laki-laki tidak menasehati Ibunya perihal kelakuan yang tidak dibenarkan dalam Islam. Bila ibu membuat kemungkaran, mengumpat, memfitnah, mengunjing, maka anak itu akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Dan bersama menemani ibunya di Neraka. Duhai anak lelaki, sayangilah ibumu,
nasihatilah dia jika bersalah atau lalai. Karena ibu juga insan biasa, tak lepas dari melakukan dosa. Selamatkanlah dia dari ancaman neraka, jika tidak, kau juga akan ditarik menjadi teman di dalamnya.
Betapa hebatnya tarikan wanita. Bukan saja didunia, tapi juga di akhirat yang tak kalah hebat tarikannya. Maka, kaum lelaki yang bergelar ayah, suami, saudara atau anak harus memainkan peran mereka dengan baik.
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya
kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (Surat At Tahrim : 6)
sumber : Facebook tetangga
Tentang Hijab untuk Saudariku

Wahai saudari jangan terpedaya hasutan syaitan
sesungguhnya kewajiban hijab datangnya dari Tuhan kita yang Maha Memberi
Kita telah mendengar kata-kata yang ajaib dari saudari kita
ungkapan mereka tidak menyenangkan tentang hijab
mengatakan diantara pakaian yang hitam dan gelap
bagaikan di ikat khemah di atas tengkuk
kononnya mereka mengajak untuk membebaskan para gadis, lalu ditulis tentangnya di dalam buku
mereka melakar cara berhias yang kononnya tidak akan merugikan para pemuda
wahai saudariku inilah lolongan pembenci umpama serigala
maka nerakalah seburuk-buruk tempat pembalasan bagi orang zalim
Allah akan membentangkan segala kezaliman mereka dihari perhitungan
dan syurgalah sebaik-baik tempat kembali
sumber : syair lagu dari tetangga
Label:
Akhwat
Permata PAPA dan BUNDA (ALIF ROJA AL BASYA)

Mewangi kuntuman bahagia
Di halaman ayah serta bonda
Menatang selaut cahaya
Melerai resah dan gundah di jiwa
Segunung impian dicita
Selangit harapan didamba
Dibelai, dimanja mesra
Kaulah racun, kau penawar
Senyuman dan tangisanmu
Pengubat duka dan lara
C/O
Engkau umpama sebutir permata
Diperlubukkan kasih nan bersinar, bercahaya
Hiasi rumahtangga
Engkau harapan seisi keluarga
Panjatan doa dan airmata
Yang pasrah kepada Yang Esa
Kepadamu tercurah
Kasih sayang dan pengorbanan
Agar terus gemilang
Dididik, diasuh tiap masa
Diajarkan ilmu yang berguna
Mengenal Allah dan Rasul
Menyemai, menyubur iman di dada
Dilayur segala kekerasan
Dilentur dengan kelembutan
Dititip seuntai madah
Hidupmu mula dan berakhir
Menyusur fitrah dan sunnah
Bernoktah di penghujungnya
C/O
Tiada yang lebih membahagiakan
Melihat dirimu kian membesar, dewasa
Di dalam sejahtera
Usah terpesona pujukan dunia
Yang hanya menyilau pandangan
Memukau dengan keindahannya
Nasihat ayah bonda
Agar engkau lebih bersedia
Untuk menghadapinya
Bersemi kelopak kasih sayang
Di persada cinta yang sejati
Titisan susu ibunda
Menyegarkan, menghapuskan dahaga
Renjisan keringat dari ayahanda
Menyubur pohon kehidupan
Tuaian sebidang tabah
Buatmu doa dan harapan
Jadilah insan yang mulia
Pembela di hari tua
C/O
Waktu bisa merubah segalanya
Dewasalah dalam rahmat dan kasih Ilahi
Redahi pancaroba
Andai langkahmu tersasar kesimpangan
Pulanglah ke laman ayah bonda
Kembali menghuni di tamannya
Bersamalah semula
Menghirup embunan kasih sayang
Sedingin airmata bonda
Engkaulah permata ayah bonda....
Lagu : Adnan Abu Hassan
Lirik : Ito Lara
Label:
My Favorite
Sebaik-baik Istri
Sebaik-baik istri adalah apabila diberi, dia bersyukur; dan bila tak diberi, dia bersabar. Engkau senang bisa memandangnya dan dia taat bila engkau menyuruhnya.Apabila seorang wanita (istri) menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulannya, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya niscaya dia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dia inginkan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)
”Setiap jerih payah istri di rumah sama nilainya dengan jerih payah suami di medan jihad.” (HR Bukhari dan Muslim)
Sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri salehah, jika kamu lihat wajahnya maka menyenangkanmu, jika kamu minta sesuatu darinya maka akhlaknya memuaskanmu, jika kamu tak dirumah maka dijaganya dirinya, hartamu & anak2mu, jika kamu dekat dengannya maka sayang & ridho kamu padanya, jika kamu jauh darinya maka rindu kamu padanya
bestkael
Label:
Akhwat
Berbagi SUKA dan DUKA

Menonton film2 hollywood, khususnya film drama, ada satu percakapan yang menjadi standar untuk adegan dimana ketika
salah satu tokoh sedang mengalami konflik dan tokoh lainnya bertanya tentang keadaannya.
Biasanya sang tokoh yang sedang cemas itu, atau sedang sedih, atau sedang bingung karena konflik yang dialaminya, akan menjawab “Ya, saya baik2 saja”, meskipun kita tahu bahwa keadaannya tidaklah baik2 saja.
Sebuah ungkapan yang entah siapa pencetusnya berujar kira2 begini “Bila anda sedang berbahagia, bagilah kebahagiaan itu agar terasa lebih besar. Sebaliknya, bila anda sedang bersedih, bagilah kesedihan itu agar terasa lebih ringan.”
Dari kehidupan kita sehari2, tampak jelas sekali untuk membagi kebahagiaan tidaklah sesulit untuk membagi kesedihan.
Sebab dalam kegembiraan karena sesuatu kebahagiaan, kita mudah untuk berbagi, dan kita mudah untuk menemukan seseorang untuk tempat berbagi. Bukankah sangat mudah menemukan teman yang berkata “Ya” untuk setiap undangan makan dalam pesta ulang tahun, pernikahan atau pesta kelulusan?
Lain soal bila kita sedang bersedih. Seperti kebanyakan tokoh di film2, kita cenderung berbohong, merasa enggan atau malu untuk mengungkapkan kesedihan kita, kebingungan kita, kecemasan kita. Karena kita menganggap diri kita akan terlihat lemah atau cengeng karenanya.
Dan bukan hanya itu, juga untuk mencari seseorang yang bersedia mendengar keluh kesah kita, mencari seorang pendengar yang baik bagi kisah sedih kita tidaklah mudah.
Berbagi suka, bertambahlah sukanya.
Berbagi duka, berkuranglah dukanya.
Sungguh berbahagia bila dalam kehidupan ini kita mampu dan bersedia berbagi suka dan duka, bersama orang2 baik yang menjadi sahabat sejati dalam suka dan duka.
sumber : blog tetangga
Label:
Renungan
Nikmat yang Terlambat

Apa yang ada jarang disyukuri
Apa yang tiada sering dirisaukan
Nikmat yang di kecap baru kan terasa bila hilang
Apa yang diburu timbul rasa jemu bila sudah di dalam genggaman
kita baru akan merasakan nikmatnya sehat ketika diuji dengan sakit
kita baru akan merasakan berharganya hidup ketika ajal kan menjelang
kita baru akan merasakan hangatnya kasih sayang orang tua ketika kita ditinggalkan mereka
Kita baru akan merasakan indahnya cinta ketika kita patah hati
Kita cuma seorang manusia yang selalu saja terlambat memahami betapa berharganya sesuatu yg kita miliki sampai mereka hilang dari genggaman.
bestk43l
Label:
Renungan
Hati yang Terbolak Balik

“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging, apabila dia baik maka baiklah seluruh jasad, dan apabila dia buruk maka buruklah seluruh jasad. Ketahuilah, dia adalah hati " (Riwayat Bukhari & Muslim, dari Nu'man bin Basyir)
Allah SWT tidak menciptakan manusia untuk sesuatu yang sia-sia, tetapi Allah membebaninya dengan perintah dan larangan. Salah satu nikmat dan karunia Allah SWT adalah hati. Kebahagiaan seorang hamba sangat tergantung pada sehat dan hidupnya hati. Hati ibarat raja terhadap anggota tubuh yang lain.
Bahasa Indonesia menyebut ‘qalb’ dengan istilah Qalbu dan menterjemahkan kata ‘qalaba’ dengan kata : ‘membolak-balik’. Terjemahan yang sederhana memang, tapi setidak-tidaknya bisa memberi sedikit gambaran tentang mahkluk yang kita sebut ‘hati’. Hati memang penuh misteri; ia adalah lautan yang tak bertepi, kata sebagian orang. Ia terbolak dan terbalik, ia tidak ‘tetap’ sebagai mana asal kata dari kata qalbu yang dikutip di atas. “Hati berada di jari-jari Allah” demikian sabda Rasulullah SAW. Pada hadist lain Rasul SAW bersabda :”Iman itu di sini, sambil beliau menunjuk ke dadanya ( baca : hati ). Karena sifatnya yang terbolak balik ini, Rasul dalam doa beliau memanggil Allah dengan sebutan “ Ya Zat Yang Maha Membolak-balik hati. Allah yang Maha Tau dari apa yang di inginkan sang hati. Karena Maha suci Allah yang senantiasa membolak balikkan hati. Hati yang laksana bulu di antara hembusan angin akan terus berbolak balik, kecuali jika Allah menguatkannya.

Hati seperti telapak tangan, ada sisi putih ketika telapak tangan menghadap ke atas dan ada sisi hitam ketika telapak tangan menghadap ke bawah, dan semudah itu pula hati terbolak balik, semudah membolak balikkan telapak tangan.
bestk43l
Label:
Renungan
Dear Diary

dear diary ku ingin cerita kepadamu
tentang nya yang dulu singgah di hatiku
sejak itu hidupku jadi bahagia
karena dia slalu ada di hidupku oh
tapi kini dia menghilang
dan tak tau entah (berada) dimana
diaryku ku merindukannya
pujaanku engkau ada dimana
telah habis air mata
tak sekedar kata2 ku curahkan
harusnya aku berlari sampai ke ujung dunia
untuk mencarinya oh
Membaca teks d atas mgkn tdk asing buat kita, lirik lagu dear diary yg pernah d nyanyikan oleh Ratu.
Mencurahkan segala ap yg hati kita rasakan di sebuah diary (buku catatan ttg perasaan) merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk meringankan beban pikiran yg mereka emban baik itu sebuah perasaan bahagia ataupun perasaan duka.
Tahukah anda, ternyata setiap manusia memiliki diary yang tercatat secara mutlak tanpa kebohongan, yg menggambarkan kehidupannya sehari-hari baik malam maupun siang. Tidak ada keraguan dalam catatan diary tersebut karena diary tersebut d catat oleh malaikat2 yg d utus oleh Allah SWT seperti yang diterangkan dalam sebuah hadits : "bahwa setiap manusia dijaga oleh dua malaikat. Salah satunya berada disebelah kanannya sebagai pencatat amal kebaikan tanpa kesaksian yang lain, dan yang satunya lagi berada disebelah kiri sebagai pencatat amal yang jelek".
Dalam riwayat yang lain dijelaskan: Ada lima malaikat yang menyertai manusia yaitu: dua malaikat menjaga pada malam hari, dua malaikat menjaga pada siang hari, dan satu malaikat yang tidak pernah berpisah dengannya. Hal tsb sesuai dengan firman Allah Swt : "Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang bergantian (menjaganya), dimuka dan dibelakangnya." (Qs. Ar-Ra'd: 11)
Yang dimaksud malaikat yang bergantian yaitu malaikat malam dan siang yang melindunginya dari jin, setan dan manusia. Kedua malaikat menulis amal kebaikan dan kejelekan diantara kedua bahunya, lidahnya sebagai pena, mulutnya sebagai tempat tinta dan ludahnya sebagai tinta, keduanya menulis amal manusia sampai datang hari kematiannya.
Rasulullah Saw. bersabda: "Sesungguhnya malaikat disebelah kanan itu lebih dapat dipercaya dari pada malaikat disebelah kiri. Maka ketika manusia beramal jelek dan malaikat disebelah kiri akan menulisnya, maka malaikat disebelah kanan berkata kepadanya: "Tunggu dulu, tunggulah selama 7 jam, jika dia beristighfar kepada Allah jangan kau tulis dan jika dia tidak beristighfar maka tulislah satu kejelekan."
Maka ketika dicabut nyawa manusia dan diletakkan dalam kuburnya, kedua malaikat berkata: "Wahai Tuhanku, Engkau telah menyerahkan kepada kami hambaMu untuk menulis amalnya dan sungguh Engkau telah mencabut ruhnya, maka ijinkanlah kami untuk naik ke langit." Maka Allah Swt. berfirman: "Langit telah dipenuhi dengan malaikat yang membaca tasbih, maka kembalilah kalian berdua dan bertasbihlah kepadaKu pada kubur hambaKu, bacalah takbir dan tahlil, dan tulislah bacaan-bacaan itu untuk hambaKu sampai dia dibangkitkan dari kuburnya.
Allah Swt. berfirman tentang malaikat Kiraman Katibin: "Aku menanamkan mereka Kiraman Katibin karena ketika menulis amal kebaikan mereka naik ke langit dan memperlihatkannya kepada Allah dan mereka bersaksi atas hal tsb. dengan berkata: "Sesungguhnya hambaMu si fulan berbuat sesuatu kebaikan demikian dan demikian." Dan ketika menulis atas seorang hamba amal kejelekan, mereka naik dan memperlihatkannya kepada Allah dengan rasa susah dan gelisah. Maka Allah Swt. berfirman pada malaikat Kiraman Katibin: "Apa yang diperbuat oleh hambaKu?" Mereka diam hingga Allah berfirman untuk yang kedua dan ketiga kalinya, lalu mereka berkata: "Ya Tuhanku, Engkau Dzat yang menutupi aib dan Engkau memerintahkan hamba-hambaMu agar menutupi aib-aib mereka. Sesungguhnya setiap hari mereka membaca kitabMu dan mereka mengharap kami menutupi aibnya." Lalu malaikat Kiraman Katibin mengatakan yang mereka ketahui tentang apa yang diperbuat seorang hamba. Allah Swt. berfirman: "Maka sesungguhnya kami menutupi aib-aib mereka dan Engkaulah Dzat Yang Maha Mengetahui aib-aib."
Karena inilah mereka dinamakan Kiraman Katibin (yang mulia disisi Allah) dan yang mencatat amal perbuatan.
Diary yang satu ini memang sangat spesial, diary ini disebut jg dengan kitab catatan amal yang akan dijadikan salah satu pertimbangan perhitungan amal d hari perhitungan nanti. Rasulullah saw, membacakan firman Allah berikut ini :
Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya. ( Al Zalzalah : 4 )
Lalu, beliau berdiri dan bertanya, “Apakah kalian tahu kabar yang terkandung dalam ayat ini?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau berkata, “Kabar berita yang dikandungnya adalah memberikan kesaksian atas amal yang dilakukan seorang hamba di muka bumi.
Maka jagalah DIARY kesayangan kita ini, jgn biarkan amalan jelek tercatat d diary ini krn ini adalah DIARY kesayangan kita... oh DEAR DIARY
bestk43l
Surat dari Gaza untuk Umat Islam di Indonesia

Untuk saudaraku di Indonesia,
Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?
Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da'wah dari Jama'ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama'ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.
Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama'ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian yah?. wah, pasti uang kalian sangat banyak yah?, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya, Subhanallah.
Wahai saudaraku di Indonesia,
Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah, pasti sangat indah dan mengagumkan yah?. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui Tentang negeri kalian.
Pasti para ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.
Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku tidak seperti di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami Melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil, yah diatas mobil saudaraku!.
Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2tahun lalu, namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum.
Namun, mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah, itu yang kami dapat dari informasi televisi.
Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus Abortusnya untuk wilayah ASIA, Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut?, sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini.
Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-selokan, atau got-got apalagi ditempat sampah? saudaraku! Mereka mati syahid, saudaraku! mati syahid, karena serangan roket tentara Israel!

Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel, Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini.
Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 desember (2009) kemarin, Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!
Wahai saudaraku di Indonesia,
Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena kalian sulit mencari rezki disana? apa negeri kalian sedang di blokade juga?
Perlu kalian ketahui, saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade.
Kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai Tata Usaha di kantor pemerintahan Hamas Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami.
Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Yah, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah, diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku.
Dan Perdana menteri kami, yaitu Ust Isma'il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.
Wahai Saudaraku di Indonesia,
Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan Di Negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut, program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan buku-buku pasti kalian telah lahap, kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karena kalian punya waktu.
Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini wahai saudaraku. Satu jam, yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh, setelah itu kami harus terjun langsung ke lapanagn jihad, sesuai dengan tugas yang Telah diberikan kepada kami.
Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut walau cuma satu jam saudaraku, tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, Seperti ta'aruf, tafahum dan takaful di sana.
Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami, Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghapal surat al anfaal sebagai nyanyian perang kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana Dengan kalian?
Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal al-qur'an, umurnya baru 10 tahun, saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal al-quran ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang.
Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma, yah di tempat itulah mereka belajar saudaraku, bunyi suara setoran hafalan al-quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel? Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung Mereka rasakan.
Wahai Saudaraku di Indonesia,
Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.

Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.
Oh, iya hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi Salam untuk semua pejuang-pejuang islam di Indonesia.
Akhhuka…..Abdullah ( Gaza City ..1430 H)
(Shared By Catatan Catatan Islami Pages)
Label:
Renungan
Hidup adalah Belajar
“Hidup adalah belajar..belajar bersyukur meski tak cukup, belajar ikhlas meski tak rela, belajar taat meski berat, belajar memahami meski tak sehati, belajar sabar meski terbebani, belajar istiqomah meski tergoda, belajar dan trus belajar.!! karena hati seperti air laut.. bergelombang, pasang surut dan sering terbawa arus. maka teruslah belajar.!!”
Ingat kawan tidak ad yang salah dalam proses belajar, Allah menurunkan wahyu pertamanya kepada Rosulullah SAW yang berbunyi IQRA!! (BACALAH...!!) jangan pernah kita takut untuk salah dalam proses belajar, bahkan ketika Allah memberikan ujian dengan musibah itupun masih dalam proses pembelajaran, apakah kita bisa bersabar meski terbebani..
Jika hidup adalah belajar kapan ujian kan datang?
Karena hidup adalah belajar maka proses dari pembelajaran ini perlu di sisipi dengan ujian untuk mengukur keberhasilan dari proses belajar itu sendiri.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (Q.S Al-Baqarah:155)
Ayat ini menjelaskan bahwa bentuk ujian yang akan diberikan Allah kepada manusia diantarnya :
1. dengan sedikit ketakutan,
Setiap manusia siapapun itu takkan lepas dari perasan takut, takut mati, takut sengsara, takut jatuh miskin, takut putus, takut jatuh dari jabatan, takut turun jabatan, takut pensiun dan lain sebagainya bentuk rasa takut yang menghinggapi manusia. Ini adalah merupakan ujian yang pertama, orang yang tiddak lulus ujiannya dia akan berusaha melawan rasa takut itu dengan memohon pertolongan dari makhluk, ada yang pergi ke dukun ada pula yang melampiaskannya dengan mengumbar omongan yang tidak semestinya, tetapi bagi yang lulus ujiannya perasaan takut yang diberikan Allah kepadanya akan menjadikan dia lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Memohon perlindungan-Nya. dan semakin menyadari betapa lemah dirinya.
2. kelaparan,
Ujian yang ke 2 kelaparan, bisa berupa lapar dengan makna yang sebenarnya seperti yang di alami saudara-saudara kita yang kurang beruntung, atau lapar dengan makna majazi/kiyas/perumpamaan, seperti selalu lapar akan jabatan, kehormatan, harta dan lain sebagainya.
3. kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan,
Atau Ujian yang ke 3 kekurangan harta jiwa dan buah-buahan, bisa berupa ditinggal mati keluarga, kekasih, suami atau dengan datangnya bencana yang menelan harta, jiwa dan apa-apa yang menjadi milik kita hanya dengan hitungan detik, misal dengan gempa, stunami, gunung meletus, dll.
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (Q.S Al-Baqarah:214)
kawan, bila kita sambungkan dengan ayat yang selanjutnya" Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?"
Jelaslah semua cobaan yang diberikan Allah merupakan bentuk kasih sayang Allah pada hambanya yang terpilih. Kenapa demikian? Bukankan Allah menjelaskan pada ujung ayat " Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar" Berarti hanya orang-orang yang sabarlah yang akan menjadi makhluk pilihan Allah yang akan menempati Surga-Nya.
bestk43l
Ingat kawan tidak ad yang salah dalam proses belajar, Allah menurunkan wahyu pertamanya kepada Rosulullah SAW yang berbunyi IQRA!! (BACALAH...!!) jangan pernah kita takut untuk salah dalam proses belajar, bahkan ketika Allah memberikan ujian dengan musibah itupun masih dalam proses pembelajaran, apakah kita bisa bersabar meski terbebani..
Jika hidup adalah belajar kapan ujian kan datang?
Karena hidup adalah belajar maka proses dari pembelajaran ini perlu di sisipi dengan ujian untuk mengukur keberhasilan dari proses belajar itu sendiri.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (Q.S Al-Baqarah:155)
Ayat ini menjelaskan bahwa bentuk ujian yang akan diberikan Allah kepada manusia diantarnya :
1. dengan sedikit ketakutan,
Setiap manusia siapapun itu takkan lepas dari perasan takut, takut mati, takut sengsara, takut jatuh miskin, takut putus, takut jatuh dari jabatan, takut turun jabatan, takut pensiun dan lain sebagainya bentuk rasa takut yang menghinggapi manusia. Ini adalah merupakan ujian yang pertama, orang yang tiddak lulus ujiannya dia akan berusaha melawan rasa takut itu dengan memohon pertolongan dari makhluk, ada yang pergi ke dukun ada pula yang melampiaskannya dengan mengumbar omongan yang tidak semestinya, tetapi bagi yang lulus ujiannya perasaan takut yang diberikan Allah kepadanya akan menjadikan dia lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Memohon perlindungan-Nya. dan semakin menyadari betapa lemah dirinya.
2. kelaparan,
Ujian yang ke 2 kelaparan, bisa berupa lapar dengan makna yang sebenarnya seperti yang di alami saudara-saudara kita yang kurang beruntung, atau lapar dengan makna majazi/kiyas/perumpamaan, seperti selalu lapar akan jabatan, kehormatan, harta dan lain sebagainya.
3. kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan,
Atau Ujian yang ke 3 kekurangan harta jiwa dan buah-buahan, bisa berupa ditinggal mati keluarga, kekasih, suami atau dengan datangnya bencana yang menelan harta, jiwa dan apa-apa yang menjadi milik kita hanya dengan hitungan detik, misal dengan gempa, stunami, gunung meletus, dll.
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (Q.S Al-Baqarah:214)
kawan, bila kita sambungkan dengan ayat yang selanjutnya" Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?"
Jelaslah semua cobaan yang diberikan Allah merupakan bentuk kasih sayang Allah pada hambanya yang terpilih. Kenapa demikian? Bukankan Allah menjelaskan pada ujung ayat " Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar" Berarti hanya orang-orang yang sabarlah yang akan menjadi makhluk pilihan Allah yang akan menempati Surga-Nya.
bestk43l
Label:
Renungan
Nasihat Buat Adik
Wahai adikku sayang
Dengarkanlah lagu ini
Yang sedang abang dendangkan
Moga menjadi nasihat untukmu
Di dalam kau meniti
Kehidupan ini
Yang penuh
Dengan pancaroba
Wahai adikku sayang
Patuhlah pada ibu ayahmu
Hormatilah gurumu
Janganlah melukai hati mereka
Kerana restu mereka
Penentu kejayaanmu
Di waktu kau mengejar Cita-citamu
Bersopan-santunlah berbudi bahasalah
Kepada semua
Jujur dan amanah jangan berdusta
Apa saja dilakukan
Berhati-hatilah jika memilih
Siapa sahabatmu
Jagalah pergaulanmu
Jagalah maruah dirimu
Agar kau selamat
Dari godaan dunia
Belajar bersungguh sepenuh hati
Agar kejayaan milikmu
Tabahkan hatimu menghadapi
Semua cabaran
Bersifat pemurah tolong-menolong
Pada yang memerlukan
Jangan sesekali melupakan perintah-Nya
Agar kau selamat dunia akhirat
by : Nazrey Johani
Manusiakanlah Manusia

Dear all my lovely students
"Manusiakanlah Manusia" Itulah kalimat yang harus kita tanam dalam lubuk sanubari kita.
Selama ini saya, anda, dan semua yang merasa dirinya manusia, belum bisa keluar untuk menjadi manusia.
Kita masih tunduk, masih dieksploitasi oleh orang yang lebih atas dari kita.
Hidup berkecukupan, dimanja orang tua dgn materi, berkesenangan dan sehat tidak membuat kita bersyukur justru kemiskinan, bersusah payah, penderitaan, dan sakit lah yg membuat mata hati kita terbuka, sehingga kita menyadari diri dan selalu bersyukur kpd Allah.
Manusia di ciptakan oleh Allah sebagai mahluk yg paling sempurna dan paling mulia, krn manusia memiliki kelebihan yg tidak d miliki mahluk lain, yaitu akal. Sebagai mahluk yang bersyukur maka gunakanlah apa yg menempel pada diri kita karena itu semua adalah amanah yg Allah berikan kepada kita.
Untuk kalian sebagai manusia yg sedang dalam proses belajar, tolonglah manusiakan manusia. Guru anda, Pegawai TU, Satpam & Cleaning Service, mereka adalah juga orang tua anda yg memberikan kasih sayang dengan caranya masing2, jgn mentang2 orang tua anda membayar Guru, TU, Satpam dan CS maka kita bisa semena-mena terhadap mereka, terhadap guru yg tidak d sukai, kalian seenaknya membantah perintah, terhadap pegawai TU dan CS kalian seenaknya memerintah. bahkan jika kalian tidak suka dengan peraturan atau gaya mereka maka kalian mengusulkan kpd pejabat sekolah untuk di pecat. Ingat kami bukan budak yg bs d pekerjakan atau d pecat seenaknya.
Ingatlah murid2ku harta yg d miliki orang tua kalian tidak membuat kalian atau orang tua kalian lebih mulia d sisi Allah, sungguh Ilmu kami dan kasih sayang kami tak bisa d bandingkan dengan harta segunung bahkan selangit sekalipun. Kami juga manusia, maka manusiakanlah kami.
Redho kami akan menjadi keberkahan dalam kesuksesan hidup kalian kelak, kesuksesan tanpa keberkahan ibarat buah jeruk yg indah warnanya tp asam rasanya.
Jadilah manusia yang berakal, berilmu dan berahlak........
bestk43l
Kasih Sayang Dan Persamaan

Sahabatku yang papa, jika engkau mengetahui, bahwa Kemiskinan yang membuatmu sengsara itu mampu menjelaskan pengetahuan tentang Keadilan dan pengertian tentang Kehidupan, maka engkau pasti berpuas hati dengan nasibmu.
Kusebut pengetahuan tentang Keadilan : Kerana orang kaya terlalu sibuk mengumpul harta utk mencari pengetahuan. Dan kusebut pengertian tentang Kehidupan : Kerana orang yang kuat terlalu berhasrat mengejar kekuatan dan keagungan bagi menempuh jalan kebenaran.
Bergembiralah, sahabatku yang papa, kerana engkau merupakan penyambung lidah Keadilan dan Kitab tentang Kehidupan. Tenanglah, kerana engkau merupakan sumber kebajikan bagi mereka yang memerintah terhadapmu, dan tiang kejujuran bagi mereka yang membimbingmu.
Jika engkau menyedari, sahabatku yang papa, bahawa malang yang menimpamu dalam hidup merupakan kekuatan yang menerangi hatimu, dan membangkitkan jiwamu dari ceruk ejekan ke singgahsana kehormatan, maka engkau akan merasa berpuas hati kerana pengalamanmu, dan engkau akan memandangnya sebagai pembimbing, serta membuatmu bijaksana.
Kehidupan ialah suatu rantai yang tersusun oleh banyak mata rantai yang berlainan. Duka merupakan salah satu mata rantai emas antara penyerahan terhadap masa kini dan harapan masa depan. Antara tidur dan jaga, di luar fajar merekah.
Sahabatku yang papa, Kemiskinan menyalakan api keagungan jiwa, sedangkan kemewahan memperlihatkan keburukannya. Duka melembutkan perasaan, dan Suka mengubati hati yang luka. Bila Duka dan kemelaratan dihilangkan, jiwa manusia akan menjadi batu tulis yang kosong, hanya memperlihatkan kemewahan dan kerakusan.
Ingatlah, bahawa keimanan itu adalah peribadi sejati Manusia. Tidak dapat ditukar dengan emas; tidak dapat dikumpul seperti harta kekayaan. Mereka yang mewah sering meminggirkan keimananan, dan mendakap erat emasnya.
Orang muda sekarang jangan sampai meninggalkan Keimananmu, dan hanya mengejar kepuasan diri dan kesenangan semata. Orang-orang papa yang kusayangi, saat bersama isteri dan anak sekembalinya dari ladang merupakan waktu yang paling mesra bagi keluarga, sebagai lambang kebahagiaan bagi takdir angkatan yang akan datang. Tapi hidup orang yang senang bermewah-mewahan dan mengumpul emas, pada hakikatnya seperti hidup cacing di dalam kuburan. Itu menandakan ketakutan.
Air mata yang kutangiskan, wahai sahabatku yang papa, lebih murni daripada tawa ria orang yang ingin melupakannya, dan lebih manis daripada ejekan seorang pencemuh. Air mata ini membersihkan hati dan kuman benci, dan mengajar manusia ikut merasakan pedihnya hati yang patah.
Benih yang kautaburkan bagi si kaya, dan akan kau tuai nanti, akan kembali pada sumbernya, sesuai dengan Hukum Alam. Dan dukacita yang kausandang, akan dikembalikan menjadi sukacita oleh kehendak Syurga. Dan angkatan mendatang akan mempelajari Dukacita dan Kemelaratan sebagai pelajaran tentang Kasih Sayang dan Persamaan.
~ Kahlil Gibran ~(Dari ‘Suara Sang Guru’)
Label:
Renungan
Siapakah SAYA

siapakah saya?
apakah saya manusia paling ganteng yg gak mau menerima istri yg jelek rupa
apakah saya manusia yg paling sempurna yg gak mau menerima istri atau anak yg cacat
apakah saya manusia yg paling berkuasa yg gak mau menerima siapun yg saya tidak suka
ternyata saya adalah :
manusia yg d ciptakan dari segumpal tanah yg menjijikkan
manusia yg d uji dengan kesempurnaan ataupun kecacatan jasmani dan rohani
manusia yg d takdirkan untuk menyayangi dan bertanggung jawab dengan ap yg mereka pimpin
Sesungguhnya seorang pemimpin tidak memiliki hak untuk meninggalkan pengikutnya dalam kondisi apapun, ia wajib menyayangi pengikutnya dalam senang dan duka.
cintaku padamu krn Agama yg ada pada dirimu, takkan pernah hilang selama Agama itu masih ad padamu.
bestk43l
Hartamu dan Anak-anakmu adalah FITNAH

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu adalah fitnah dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (Al-Anfal: 28)
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu adalah fitnah (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. (At-Taghabun : 15)
Ada 2 ayat dalam Al Quran yg menyebut harta dan anak adalah fitnah, fitnah yg dimaksud d sini bukanlah fitnah dalam kamus bahasa Indonesia yaitu setiap perkataan yg bermaksud menjelekkan orang, seperti menodai nama baik atau merugikan kehormatannya. Fitnah yg d maksud d sini adalah cobaan yg dapat menjerumuskan manusia kepada banyak dosa dan kemaksiatan atau sebaliknya dapat menjadi peluang meraih pahala yang besar dari Allah SWT.
Fitnah di sini juga dalam arti bisa menyibukkan atau memalingkan dan menjadi penghalang seseorang dari mengingat dan mengerjakan amal taat kepada Allah, seperti yang digambarkan oleh Allah tentang orang-orang munafik sehingga Dia menghindarkan orang-orang beriman dari kecenderungan ini dalam firman-Nya, "Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi". (Al-Munafiqun: 9). Rasulullah saw juga menyebut kedua kemungkinan ini dalam hadits Aisyah ra ketika beliau memeluk seorang bayi, "Sungguh mereka (anak-anak) dapat menjadikan seseorang kikir dan pengecut, dan mereka juga adalah termasuk dari haruman Allah swt".
Fitnah anak dalam arti bisa mengganggu dan menghentikan aktivitas seseorang pernah dirasakan juga oleh Rasulullah saw. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Abu Daud dari Abu Buraidah bahwa ketika Rasulullah saw sedang menyampaikan khutbahnya kepada kami, tiba-tiba lewatlah kedua cucunya Hasan dan Husein mengenakan baju merah sambil berlari dan saling kejar mengejar. Begitu melihat kedua cucunya, Rasulullah kontan turun dari mimbar dan mengangkat keduanya seraya mengatakan, "Maha Benar Allah dengan firman-Nya : (Sesungguhnya harta dan anak-anak kamu adalah fitnah). Aku tidak sabar melihat keduanya sampai aku menghentikan ceramahku dan mengangkat keduanya". Dalam konteks ini, Ibnu Mas'ud mengajarkan satu doa yang tepat tentang harta dan anak. Beliau mengungkapkan, "Janganlah kalian berdoa, dengan doa ini, Ya Allah, lindungilah kami dari fitnah". Karena setiap kalian ketika pulang ke rumah akan mendapati harta, anak dan keluarganya bisa mengandungi fitnah, tetapi katakanlah, ya Allah aku berlindung kepada engkau dari fitnah yang menyesatkan".
Secara korelatif tentang fitnah harta dan anak dalam surah At-Taghabun, Imam Ar-Razi dalam At-Tafsir Al-Kabir menyebutkan, karena anak dan harta merupakan fitnah, maka Allah memerintahkan kita agar senantiasa bertaqwa dan taat kepada Allah setelah menyebutkan hakikat fitnah keduanya, "Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung". (At-Taghabun: 16). Apalagi pada ayat sebelumnya, Allah menegaskan akan kemungkinan sebagian keluarga berbalik menjadi musuh bagi seseorang, "Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (At-Taghabun: 14)
Sedangkan tentang fitnah harta dan anak dalam surah Al-Anfal, Sayyid Quthb menyebutkan korelasinya dengan tema amanah "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui". (Al-Anfal: 27), bahwa harta dan anak merupakan objek ujian dan cobaan Allah swt yang dapat saja menghalang seseorang menunaikan amanah Allah dan Rasul-Nya dengan baik. Padahal kehidupan yang mulia adalah kehidupan yang menuntut pengorbanan dan menuntut seseorang agar mampu menunaikan segala amanah kehidupan yang diembannya. Maka melalui ayat ini Allah swt ingin memberi peringatan kepada semua khalifah-Nya agar fitnah harta dan anak tidak melemahkannya dalam mengemban amanah kehidupan dan perjuangan agar meraih kemuliaan hidup di dunia dan di akhirat. Dan inilah titik lemah manusia di depan harta dan anak-anaknya. Sehingga peringatan Allah akan besarnya fitnah harta dan anak diiringi dengan kabar gembira akan pahala dan keutamaan yang akan diraih melalui sarana harta dan anak.
Lebih jauh, korelasi ayat di atas dapat ditemukan dalam beberapa ayat yang lain. Al-Qurthubi misalnya, menemukan korelasinya dengan surah Al-Kahfi: 46 yang bermaksud, "Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan", bahwa harta kekayaan dan anak wajar menjadi perhiasan dunia yang menetramkan pemiliknya karena pada harta ada keindahan dan manfaat, sedangkan pada anak ada kekuatan dan dukungan. Namun demikian kedudukan keduanya sebagai perhiasan dunia hanyalah bersifat sementara dan bisa menggiurkan serta menjerumuskan. Maka sangat tepat jika ayat "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu adalah fitnah (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar". (At-Taghabun: 15) dan ayat "Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi".(Al-Munafiqun: 9) menjadi pengingat jika kemudian terjadi harta dan anak justru menjauhkan pemiliknya dari Allah swt.
Berbeda dengan At-Thabari, ia memahami korelasi kontradiktif ayat ini dengan surah Ali Imran ayat 38, Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa". Menurut Ath-Thabari, secara tekstual ayat ini bisa dipahami bertentangan dengan ayat yang memberi peringatan akan kemungkinan bahaya dan fitnah yang ditimbulkan dari harta dan anak. Padahal nabi Zakaria sendiri berdoa agar dikaruniakan keturunan yang banyak. Maka pemahaman yang cenderung kontradiktif ini diluruskan sendiri oleh Ath-Thabari dengan mengemukakan bahwa anak yang di pohon oleh Zakaria adalah anak keturunan yang shaleh yang bisa memberi manfaat di dunia dan akhirat. Sedangkan yang dikhawatirkan adalah kriteria harta dan anak yang justru melalaikan dari mengingat Allah swt seperti yang Allah tegaskan dalam salah satu firman-Nya, "Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi". (Al-Munafiqun: 9). Dalam konteks ini, Nabi Muhammad sendiri pernah mendoakan harta dan anak yang banyak kepada sahabat Anas bin Malik ra, "Ya Allah perbanyaklah untuknya harta dan anak, dan berkahilah setiap apa yang Engkau anugerahkan kepadanya".
Demikian keseimbangan yang diajarkan oleh Allah swt dalam menyikapi fitnah harta dan anak yang menduduki posisi tertinggi dari titik lemah manusia. Harta dan anak memiliki potensi yang sama dalam menghantarkan kepada kebaikan atau menjerumuskan seseorang kepada dosa dan kemaksiatan. Sudah sepantasnya peringatan Allah dalam konteks fitnah harta dan anak senantiasa yang sering kita ingat karena hanya peringatan Allah yang mencerminkan kasih sayang-Nya yang layak untuk diingat, "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan". (At-Tahrim:6).
sumber : dakwatuna.com
Label:
Renungan
HATI-HATI terhadap perbuatan ZALIM

Kezaliman terbagi dua, yaitu menzalimi diri sendiri, dan menzalimi orang lain. Menzalimi diri sendiri ada dua bentuk yaitu syirik dan perbuatan dosa atau maksiat. Menzalimi orang lain adalah menyakiti perasaan orang lain/ aniaya, mensia-siakan atau tidak menunaikan hak orang lain yang wajib ditunaikan. Zalim secara istilah mengandung pengertian “berbuat aniaya/celaka terhadap diri sendiri atau orang lain dengan cara-cara bathil yang keluar dari jalur syariat Agama Islam”.
Diantara perbuatan-perbuatan zalim yang mengotori hati yaitu, sombong, dengki (tidak suka terhadap kebahagian orang lain), ghibah (membicarakan keburukan orang lain), fitnah (menuduh tanpa bukti yang kuat), adu domba (bermuka dua), dusta (bohong), ujub (bangga diri dengan merendahkan orang lain), dan lain sebagainya. Dalam pergaulan dan interaksi kita dengan orang lain, sebaiknya benar-benar menjaga perkataan dan sikap kita agar tidak menyinggung dan menyakiti persaan orang lain, apalagi sampai berbuat zalim. Kalau kita tidak sengaja melakukan kesalahan kepada orang lain saja, kita harus segera minta maaf, terlebih lagi bila kita dengan sengaja melakukannya.
Allah SWT telah mengingatkan dalam Al Qur’an bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan akan mendapat balasan dari-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al Zaljalah : 7-8 “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya juga“.
Yang lebih berbahaya lagi, apabila kita menyakiti seseorang dan orang tersebut tidak ikhlas, serta berdoa memohon kepada Allah, mengadukan kezaliman yang menimpanya dan memohon pertolongan dan perlindungan dari Allah. Serta dalam doanya, ia menyatakan bahwa ia tidak ikhlas atas perbuatan zalim yang dilakukan seseorang, maka tunggu saja, keadilan dari Allah, pasti akan mendatangi orang yang telah menzaliminya, entah itu didunia ini atau diakhirat kelak. (lihat hadits No. 4 di bawah, tentang perbuatan zalim yang tidak dibiarkan oleh Allah SWT, yaitu kezaliman yang dilakukan seorang terhadap orang lain).
Allah SWT tidak suka terhadap perbuatan zalim, perhatikan firman-Nya berikut ini : “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim”. (QS Ali Imran [3] : 57).
Dan perhatikan juga firman-Nya yang lain: “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim”. (QS. Asy Syuura [42] ; 40)
Berikut beberapa ayat-ayat Al Quran tentang larangan dan akibat dari perbuatan zalim
“Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka) . Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim,” (QS. Al A’raaf [7]: 41)
“Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada Penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): “Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?” Mereka (penduduk neraka) menjawab: “Betul.” Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim” (QS : Al A’raaf [7 ] : 44)
“Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS Al Qashash [28]:59)
Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman…….” (QS. Yunus [10]:13)
“Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu pelajaran bagi kaum yang mengetahui.” (QS. An Naml [27]:52)
Zalim merupakan perbuatan yang di larang oleh Allah SWT dan termasuk dari salah satu dosa-dosa besar. Manusia yang berbuat zalim akan mendapatkan balasan di dunia dan siksa yang pedih di akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surah Asy-Syura : 42 “Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih“.
Allah SWT melarang perbuatan zalim, sebagaimana tertulis dalam firman-Nya di Surah Ibrahim ayat 42-45 : “Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: “Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul.” (Kepada mereka dikatakan): “Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa? dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan.”.
Berikut beberapa hadits Rasulullah SAW tentang larangan berbuat zalim :
Dari Abu Dzar Al-Ghifari ra dari Nabi SAW bersabda meriwayatkan firman Allah ‘azza wa jalla, berfirman, “Wahai hamba-hambaku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku mengharamkannya pula atas kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi. Wahai hamba-hambaKu, kalian semua tersesat, kecuali orang yang Aku beri hidayah, maka mintalah hidayah itu kepada-Ku, niscaya kuberikan hidayah itu kepadamu. Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian lapar, kecuali orang-orang yang aku beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku berikan makanan itu kepadamu. Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian adalah orang-orang tidak berpakaian, kecuali orang-orang yang telah Kuberi pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku berikan pakaian itu kepadamu. Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian senantiasa berbuat dosa di malam dan siang hari sedangkan Aku akan mengampuni semua dosa, maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian semua. Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian tidak dapat mendatangkan kemanfaatan bagi-Ku sehingga tidak sedikit pun kalian bermanfaat bagi-Ku. Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian semua tidak akan dapat mendatangkan bahaya bagi-Ku sehingga tidak sedikit pun kalian dapat membahayakan-Ku. Wahai hamba-hambaKu, andaikan kalian semua dari yang awal sampai yang terakhir, baik dari bangsa manusia maupun jin, semuanya bertakwa dengan ketakwaan orang yang paling takwa di antara kalian, hal itu tidak menambah sedikit pun dalam Kerajaan-Ku. Wahai hamba-hambaKu, andaikan kalian semua dari yang awal sampai yang terakhir, baik dari bangsa manusia maupun bangsa jin, berdiri di atas satu dataran lalu meminta apa pun kepada-Ku, lalu aku penuhi semua permintaan mereka, hal itu sedikit pun tidak mengurangi kekayaan yang Aku miliki, hanya seperti berkurangnya air samudra ketika dimasuki sebatang jarum jahit (kemudian diangkat). Wahai hamba-hambaKu, semua itu perbuatan kalian yang Aku hitungkan untuk kalian, kemudian Aku membalasnya kepada kalian. Maka barang siapa mendapatkan kebaikan, hendaklah ia memuji Allah, dan barang siapa mendapatkan selain itu, hendaklah ia tidak mencela kecuali dirinya sendirinya.” (HR. Muslim)
Dari Anas r.a berkata: Rasulullah SAW bersabda : “Hendaklah kamu menolong saudaramu yang menganiaya dan yang teraniaya“, sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, (benar) aku akan menolong apabila ia dianiaya, maka bagaimana cara menolongnya apabila ia menganiaya?” . Beliau menjawab: “Engkau cegah dia dari (perbuatan) penganiayaan, maka yang demikian itulah berarti menolongnya” (HR. Bukhari)
Dari Abi Hurairah r.a, Nabi SAW bersabda: “Tahukah kamu siapa yang bangkrut itu?“, mereka (sahabat) berkata: “Ya Rasulullah, orang yang bangkrut menurut kami ialah orang yang tidak punya kesenangan dan uang“ (kemudian) Rasulullah menjawab: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah orang yang datang (pada hari kiamat) membawa pahala sholat, zakat, puasa dan haji. Sedang (ia) pun datang (dengan membawa dosa) karena memaki-maki orang, memukul orang, dan mengambil harta benda orang (hak–hak orang), maka kebaikan-kebaikan orang (yang menzalimi) itu diambil untuk diberikan kepada orang-orang yang terzalimi. Maka tatkala kebaikan orang (yang menzalimi) itu habis, sedang hutang (kezalimannya) belum terbayarkan, maka diambilkan kajahatan-kejahatan dari mereka (yang terzalimi) untuk di berikan kepadanya (yang menzalimi), kemudian ia (yang menzalimi) dilemparkankedalam neraka (HR. Muslim)
Rasulullah SAW bersabda, “Kezaliman itu ada 3 macam: Kezaliman yang tidak diampunkan Allah, Kezaliman yang dapat diampunkan Allah, dan kezaliman yang tidak dibiarkan oleh Allah. Adapun kezaliman yang tidak diampunkan Allah adalah syirik, firman Allah SWT: “Sesunggahnya syirik itu kezaliman yang amat besar!”, adapun kezaliman yang dapat diampunkan Allah adalah kezaliman seseorang hamba terhadap dirinya sendiri di dalam hubungan dia terhadap Allah, Tuhannya. DAN KEZALIMAN YANG TIDAK DIBIARKAN ALLAH ADALAH KEZALIMAN HAMBA-HAMBA-NYA DI ANTARA SESAMA MEREKA, KARENA PASTI DITUNTUT KELAK OLEH MEREKA YANG DIZALIMI.” (HR. al-Bazaar & ath-Thayaalisy)
Apabila kita berbuat salah terhadap orang lain, kita harus segera minta maaf, selagi kita masih hidup dan untuk memperingan siksa di akhirat nanti. Abu Hurairah r.a. berkata: “Nabi SAW bersabda: “Siapa yang merasa pernah berbuat aniaya kepada saudaranya, baik berupa kehormatan badan atau harta atau lain-lainnya, hendaknya segera meminta halal (maaf) nya sekarang juga, sebelum datang suatu hari yang tiada harta dan dinar atau dirham, jika ia punya amal shalih, maka akan diambil menurut penganiayaannya, dan jika tidak mempunyai hasanat (kebaikan), maka diambilkan dari kejahatan orang yang dianiaya untuk ditanggungkan kepadanya.” (HR. Bukhori, Muslim)
Setelah kita mengetahui bahayanya perbuatan zalim yang dapat membuat kita menjadi seorang hamba yang bangkrut di akhirat kelak, marilah kita selalu menjaga diri kita, agar tidak berbuat zalim terhadap sesama.
Sumber : jalandakwahbersama.wordpress.com
Label:
Renungan
Mengalah untuk MENANG

Manusia diciptakan sebagai mahluk lemah dan tak berdaya, manusia lahir d dunia tanpa busana dan amat sangat lemah sehingga ia bergantung kpd sang ibunda. tetapi jarang sekali manusia yang menyadarinya, mereka kerap membanggakan kelebihan dirinya, sifat sombong dan takabur kerap mendominasi sifat manusia.
Al Qur’an menerangkan, pribadi yang tidak mampu mengatur diri dalam hubungannya dengan orang lain adalah pribadi yang bakhil dalam arti egois dan tidak mau menyumbang atau membelanjakan hartanya di jalan kebajikan (Al-Lail: 8-10, Ali-Imran:175, dan Muhammad: 38), tidak mau saling menolong (ta’awun) atau lebih suka menerima daripada memberi (Al-Ma’arij:19-21), memiliki sifat marhun dan takabbur yaitu sifat sombong dan merasa diri lebih besar dan berharga daripada orang lain (Al-Isra: 37, Luqman:18 hal.180-181), orang yang memiliki sifat ini akan mudah melakukan hal-hal yang negatif terhadap orang lain, seperti su’uszhan (berpikir negatif), tajassus yaitu suka mencari-cari kesalahan orang lain, sedang kesalahan sendiri tidak diperhatikan, ghibah yaitu menggunjing sesama dan sebagainya (lihat Q.S. Al-Hujurat:12).
Egoisme adalah sifat fitrah manusia, itulah kenapa manusia selalu merasa paling.... paling benar, paling pinter, paling berjasa, paling bla..bla..bla.. itulah manusia yang tidak menyadari dari mana manusia berasal dan akan kemana manusia akan kembali….
manusia merasa akan hidup selamanya dan tidak sadar akan kematian yg mengintainya
Dalam sebuah hubungan, baik pertemanan, rumah tangga, pekerjaan atau hubungan muamalah lainnya sifat egoisme manusia kerap terjadi, bahkan sifat inilah yg sering membuat perpecahan sebuah hubungan...
Manusia tidak menyadari bahwa hakikat kebahagiaan adalah bisa membahagiakan orang lain, bisa membuat orang lain tersenyum itulah hakikat kebahagiaan
tapi manusia merasa bisa bangga, menang dan puas jika bisa membuat orang lain sedih dan menangis…..itulah sifat egois manusia
Nah bagaimana cara menyikapi keegoisan sifat dari kita sendiri atau pasangan kita itu sangat penting sekali, kita harus bisa saling mengisi satu sama lain.
Mengalah adalah kunci dari sebuah usaha dalam mempertahankan sebuah hubungan, ketika keegoisan kita mulai mendominasi, kita harus bisa menanamkan sebuah pikiran, mana yg lebih penting menunjukkan sifat egois kita atau mempertahankan hubungan kita, jika sebuah komitmen (rumah tangga, persahabatan, hubungan kerja, dll) telah kita jalin maka usaha kita untuk mempertahankannya sangat penting sekali karena mudah sekali membangun sebuah komitmen tetapi sulit sekali memelihara dan mempertahankannya...
Intinya : mengalah ketika pasangan/ sahabat mulai memperlihatkan keegoisannya bukan berarti menunjukkan bahwa kita adalah orang yg lemah, tetapi justru sebaliknya mengalah menunjukkan bahwa kita adalah manusia yang lebih dewasa, kuat, tegar dan bijak, dan lebih utamanya lagi mengalah adalah sikap manusia yg bertanggung jawab untuk mempertahankan dan memelihara komitmen yg telah d bangun.
Mengalah untuk menang.....
semoga manusia yang EGOIS cepet mendapat tuntunan jalan hidup yang benar dari Tuhan yang Maha Kuasa…
Amien ya Rob....
bestk43l
Label:
Renungan
Nasehat Jiwaku (Kahlil Gibran)
Jiwaku berkata padaku dan menasehatiku,
Agar mencintai semua orang yang membenciku, dan berteman dengan mereka yang memfitnahku..
Jiwaku menasehatiku dan mengungkapkan kepdaku, bahwa Cinta tidak hanya menghargai orang yang mencintai, tetapi juga orang yang di cintai...
Sejak saat itu bagiku Cinta ibarat jaring laba-laba diantara dua bunga, dekat satu sama lain..
Tetapi kini, dia menjadi satu lingkaran cahaya di sekeliling matahari, yang tiada berawal pun tiada berakhir..
Melingkari semua yang ada dan bertambah secara kekal...
Jiwaku menasehatiku dan mengajariku, agar melihat kecantikan yang ada di sebalik bentuk dan warna.
Jiwaku memintaku untuk menatap semua yang buruk dan tabah sampai nampaklah keelokannya..
Sesungguhnya sebelum jiwaku meminta dan menasehatiku, aku melihat keindahan seperti titik api yang tergulung asap..
Tetapi sekarang asap itu telah tersebar dan menghilang, dan aku hanya melihat api yang berkobar...
Jiwaku menasehatiku dan memintaku untuk mendengar suara yang keluar bukan dari lidah maupun dari tenggorokan..
Sebelumnya aku hanya mendengar teriakan dan jeritan di telingaku yang bodoh dan sia-sia..
Tapi sekarang aku belajar mendengar keheningan yang bergema dan melantunkan lagu dari zaman ke zaman. Menyanyikan nada langit, dan menyingkap tabir rahasia keabadian...
Jiwaku berkata padaku dan menasehatiku, agar memuaskanku dengan meminum anggur yang tidak di tuangkan kedalam cangkir-cangkir yang belum terangkat oleh tangan, dan tak tersentuh oleh bibir..
Hingga hari itu kehausanku seperti nyala redup yang terkubur dalam abu.
Tertiup angin dingin dari musim-musim bunga..
Tapi sekarang, kerinduan menjadi cangkirku, Cinta menjadi anggurku, dan kesendirian adalah kebahagiaanku...
Jiwaku menasehatiku dan memintaku, mencari yang tidak dapat di lihat.
Dan jiwaku yang mengungkapkan kepadaku bahwa apa yang kita sentuh adalah apa yang kita impikan...
Jiwaku mengatakan padaku dan mengundangku untuk menghirup harum tumbuhan yang tidak memiliki akar, tangkai, maupun bunga, Dan yang tak pernah di lihat mata..
Sebelum jiwaku menasehatiku, aku mencari bau harum dalam kebun, dalam botol minyak wangi, tumbuh-tumbuhan dan bejana dupa..
Tapi sekarang aku menyadari hanya pada dupa yang tak dibakar, aku mencium udara lebih harum dari semua kebun-kebun di dunia ini dan semua angin di angkasa raya...
Jiwaku menasehatiku dan memintaku agar tidak merasa mulia karena pujian, dan agar tidak disusahkan oleh ketakutan karena cacian..
Sampai hari ini aku berasa ragu akan nilai pekerjaanku, tetapi sekarang aku belajar, bahwa pohon berbunga dimusim bunga, dan berbuah dimusim panas, dan menggugurkan daun-daunnya di musim gugur untuk menjadi benar; telanjang dimusim dingin tanpa merasa mulia dan tanpa ketakutan atau tanpa rasa malu...
Jiwaku menasehatiku dan meyakinkan aku, bahwa aku tak lebih tinggi berbanding cebol ataupun tak lebih rendah berbanding raksasa..
Sebelumnya aku melihat manusia ada dua, seorang yang lemah yang aku caci atau ku kasihani dan seorang yang kuat, yang ku ikuti maupun yang ku lawan dalam pemberontakan..
Tapi sekarang aku tahu, bahwa aku bahkan dibentuk oleh tanah yang sama, dimana manusia diciptakan..
Bahwa unsur-unsurku adalah unsur-unsur mereka dan pengembaraan mereka adalah juga milikku..
Bila mereka melanggar berarti aku juga pelanggar, dan bila mereka berbuat baik, maka aku juga bersama perbuatan baik mereka..
Bila mereka bangkit, aku juga bangkit bersama mereka, bila tinggal di belakang, aku juga menemani mereka....
Jiwaku menasehatiku dan memerintahku untuk melihat bahwa cahaya yang ku bawa bukanlah cahayaku..
Bahwa laguku tidak di ciptakan dalam diriku. Karena meski aku berjalan dengan cahaya, aku bukanlah cahaya..
Dan meskipun aku bermain kecapi yang di ikat kuat dengan dawai-dawaiku, aku bukanlah pemain kecapi...
Jiwaku menasehatiku dan mengingatkan aku untuk mengukur waktu dengan perkataan ini : "disana ada hari semalam dan di sana ada hari esok" pada saat itu aku menganggap masa lampau sebuah zaman yang lenyap dan akan di lupakan, dan masa depan ku anggap suatu masa yang tak bisa ku gapai..
Tapi kini, aku terdidik perkara ini : "bahwa dalam keseluruhan waktu masa kini yang singkat, serta semua yang ada dalam waktu harus di raih sampai dapat"
Jiwaku menasehatiku, saudaraku, dan menerangiku.
Dan seringkali jiwamu menasehatimu dan menerangimu..
Karena engkau seperti diriku, dan tiada beda di antara kita...
Ku simpan apa yang ku katakan dalam diriku ini, dalam kata-kata yang ku dengar, dalam heningku, dan engkau jagalah apa yang ada di dalam dirimu..
Dan engkau adalah penjaga yang sama baiknya seperti yang ku katakan ini.....
Agar mencintai semua orang yang membenciku, dan berteman dengan mereka yang memfitnahku..
Jiwaku menasehatiku dan mengungkapkan kepdaku, bahwa Cinta tidak hanya menghargai orang yang mencintai, tetapi juga orang yang di cintai...
Sejak saat itu bagiku Cinta ibarat jaring laba-laba diantara dua bunga, dekat satu sama lain..
Tetapi kini, dia menjadi satu lingkaran cahaya di sekeliling matahari, yang tiada berawal pun tiada berakhir..
Melingkari semua yang ada dan bertambah secara kekal...
Jiwaku menasehatiku dan mengajariku, agar melihat kecantikan yang ada di sebalik bentuk dan warna.
Jiwaku memintaku untuk menatap semua yang buruk dan tabah sampai nampaklah keelokannya..
Sesungguhnya sebelum jiwaku meminta dan menasehatiku, aku melihat keindahan seperti titik api yang tergulung asap..
Tetapi sekarang asap itu telah tersebar dan menghilang, dan aku hanya melihat api yang berkobar...
Jiwaku menasehatiku dan memintaku untuk mendengar suara yang keluar bukan dari lidah maupun dari tenggorokan..
Sebelumnya aku hanya mendengar teriakan dan jeritan di telingaku yang bodoh dan sia-sia..
Tapi sekarang aku belajar mendengar keheningan yang bergema dan melantunkan lagu dari zaman ke zaman. Menyanyikan nada langit, dan menyingkap tabir rahasia keabadian...
Jiwaku berkata padaku dan menasehatiku, agar memuaskanku dengan meminum anggur yang tidak di tuangkan kedalam cangkir-cangkir yang belum terangkat oleh tangan, dan tak tersentuh oleh bibir..
Hingga hari itu kehausanku seperti nyala redup yang terkubur dalam abu.
Tertiup angin dingin dari musim-musim bunga..
Tapi sekarang, kerinduan menjadi cangkirku, Cinta menjadi anggurku, dan kesendirian adalah kebahagiaanku...
Jiwaku menasehatiku dan memintaku, mencari yang tidak dapat di lihat.
Dan jiwaku yang mengungkapkan kepadaku bahwa apa yang kita sentuh adalah apa yang kita impikan...
Jiwaku mengatakan padaku dan mengundangku untuk menghirup harum tumbuhan yang tidak memiliki akar, tangkai, maupun bunga, Dan yang tak pernah di lihat mata..
Sebelum jiwaku menasehatiku, aku mencari bau harum dalam kebun, dalam botol minyak wangi, tumbuh-tumbuhan dan bejana dupa..
Tapi sekarang aku menyadari hanya pada dupa yang tak dibakar, aku mencium udara lebih harum dari semua kebun-kebun di dunia ini dan semua angin di angkasa raya...
Jiwaku menasehatiku dan memintaku agar tidak merasa mulia karena pujian, dan agar tidak disusahkan oleh ketakutan karena cacian..
Sampai hari ini aku berasa ragu akan nilai pekerjaanku, tetapi sekarang aku belajar, bahwa pohon berbunga dimusim bunga, dan berbuah dimusim panas, dan menggugurkan daun-daunnya di musim gugur untuk menjadi benar; telanjang dimusim dingin tanpa merasa mulia dan tanpa ketakutan atau tanpa rasa malu...
Jiwaku menasehatiku dan meyakinkan aku, bahwa aku tak lebih tinggi berbanding cebol ataupun tak lebih rendah berbanding raksasa..
Sebelumnya aku melihat manusia ada dua, seorang yang lemah yang aku caci atau ku kasihani dan seorang yang kuat, yang ku ikuti maupun yang ku lawan dalam pemberontakan..
Tapi sekarang aku tahu, bahwa aku bahkan dibentuk oleh tanah yang sama, dimana manusia diciptakan..
Bahwa unsur-unsurku adalah unsur-unsur mereka dan pengembaraan mereka adalah juga milikku..
Bila mereka melanggar berarti aku juga pelanggar, dan bila mereka berbuat baik, maka aku juga bersama perbuatan baik mereka..
Bila mereka bangkit, aku juga bangkit bersama mereka, bila tinggal di belakang, aku juga menemani mereka....
Jiwaku menasehatiku dan memerintahku untuk melihat bahwa cahaya yang ku bawa bukanlah cahayaku..
Bahwa laguku tidak di ciptakan dalam diriku. Karena meski aku berjalan dengan cahaya, aku bukanlah cahaya..
Dan meskipun aku bermain kecapi yang di ikat kuat dengan dawai-dawaiku, aku bukanlah pemain kecapi...
Jiwaku menasehatiku dan mengingatkan aku untuk mengukur waktu dengan perkataan ini : "disana ada hari semalam dan di sana ada hari esok" pada saat itu aku menganggap masa lampau sebuah zaman yang lenyap dan akan di lupakan, dan masa depan ku anggap suatu masa yang tak bisa ku gapai..
Tapi kini, aku terdidik perkara ini : "bahwa dalam keseluruhan waktu masa kini yang singkat, serta semua yang ada dalam waktu harus di raih sampai dapat"
Jiwaku menasehatiku, saudaraku, dan menerangiku.
Dan seringkali jiwamu menasehatimu dan menerangimu..
Karena engkau seperti diriku, dan tiada beda di antara kita...
Ku simpan apa yang ku katakan dalam diriku ini, dalam kata-kata yang ku dengar, dalam heningku, dan engkau jagalah apa yang ada di dalam dirimu..
Dan engkau adalah penjaga yang sama baiknya seperti yang ku katakan ini.....
Label:
My Favorite
Belajar Melepaskan apa yang Kita SAYANG

Jangan pernah mencintai sesuatu secara berlebihan karena suatu saat apa yang kamu cintai akan kamu benci
Jangan pernah membenci sesuatu secara berlebihan karena suatu saat apa yang kamu benci akan kamu cinta
Belajar melepaskan apa yang kamu cintai karena tidak ada satupun di dunia ini yang berhak kamu miliki atau kamu kuasai, segala sesuatu yang ada di bumi ini adalah milik Allah, kita hanya di titipkan amanah dariNya... maka jagalah amanah tersebut sebaik mungkin...
Apa yang kita lihat sebenarnya hanya sebuah ilusi, dunia itu nikmat tetapi dia tidaklah kekal..
Apa yang tidak bisa kita lihat sebenarnya ada dan sangat nyata, cuma kampung akhirat tujuan kita...
Ada isi di dalam kekosongan.... meninggalkan kesenangan bukan semata-mata menjauhi kehidupan karena itu adalah inti dari kehidupan
Ada kehampaan di dalam keisian.... apa yang selama ini kita anggap sebuah kesenangan semata-mata adalah hiburan hati yang kosong karena tidak mengerti makna kehidupan
Sesungguhnya kamu tidak tahu Allah punya rencana yang luar biasa buat kita, itulah sebabnya kenapa Allah tidak mengabulkan semua permintaan hambaNya karena Ia tahu apa yang terbaik buat hambNya.
Tak ada yang abadi.... bahkan syurga dan neraka pun tidak abadi... karena keabadian adalah hanya milik Tuhan
Wahai jiwa yang tenang
Kembalilah engkau ke pangkuan Tuhan-mu
Wahai jiwa yang tenang
Jiwa yang penuh dengan senyum dan kasih sayang
Jiwa yang memberikan petunjuk kebenaran
Jiwa yang memberikan rasa kedamaian
Jiwa yang tiada rasa gundah
Tiada takut dan tiada khawatir
Jiwa yang penuh dengan kepasrahan
Jiwa yang penuh dengan ketawadluan
Jiwa yang penuh dengan pengharapan
Jiwa yang penuh rasa syukur dengan apa yang telah diberikan
Jiwa yang penuh kesabaran dengan apa yang telah menimpa
Wahai jiwa yang tenang
Tiada Rasa takut dan Tiada Gundah
Wahai jiwa yang tenang
Kembalilah engkau ke pangkuan Tuhan-mu
bestk43l
Label:
Renungan
Tidak ada yang namanya MASALAH

Kadang masalah yg kita hadapi akan terselesaikan sendiri beriring dengan jalannya waktu.
Karena ternyata sesuatu yg tadinya kita anggap masalah d lain hari ternyata itu adalah sebuah berkah krn memberikan efek kebaikan buat kita.
Sesungguhnya dalam hidup itu tidak ad yg salah dan tidak ad yg benar, ad isi d dalam kehampaan dan ad hampa d dalam keisian, ap yg kita lihat sesungguhnya tidak ad dan ap yg tidak bisa kita lihat sesungguhnya sangat nyata ada...
ada 3 orang buta mencoba mengenal bentuk hewan yg namanya gajah dengan cara merabanya, si A memegang belalai gajah serta merta si A mengatakan bahwa gajah itu panjang spt ular; si B memegang telinga gajah maka serta merta si B mengatakan bahwa gajah itu bentuknya lebar dan tipis seperti kipas, dan si C memegang badan gajah serta merta pula si C mengatakan bahwa gajah itu besar sekali....
kesimpulan : bahwa ke 3 orang buta ini melihat sebuah persoalan dengan sudut pandang yg berbeda...
kita bisa melihat sebuah persoalan itu adalah masalah krn sudut pandang kitalah yg meyimpulkan bahwa itu adalah masalah, sebaliknya kita bisa saja menyatakan persoalan itu bukan masalah krn sudut pandang kita kebetulan melihat itu bukanlah sebuah masalah....
tidak ada kesalahan mutlak dan tidak ada kebenaran hakiki, krn kebenaran itu sendiri adalah milik Allah SWT
contoh kasus : si fulan hari ini hendak menuju Amerika by plane, sejak jam 5 pagi beliau sudah berangkat menuju bandara krn pesawat berangkat jam 8 pagi sudah d perhitungkan jarak perjalanan menuju bandara kurang lebih 2 jam sehingga beliau bs sampai 1 jam sebelum keberangkatan, tp ap yg terjadi jalan pagi itu tumben2an macet total ternyata ad kecelakaan truk terbalik dan menghalangi jalan butuh waktu 3 jam untuk menyingkirkan truk tersebut dari jalan, sehingga si fulan terlambat sampai bandara.
sudah jelas ini adalah sebuah masalah bagi fulan krn beliau gagal/tertunda berangkat k amrik, sehingga membuat fulan kesal luar biasa.
2 jam setelah keberangkatan pesawat k amrik tanpa fulan krn memang fulan terlambat datang k bandara, ada berita d TV ttg kecelakaan pesawat tsb, seluruh penumpang yg ad d dalam pesawat tdk ad yg selamat.
apa yg terjadi, ini sebuah masalah atau sebuah berkah buat fulan??
cuma waktu yg bisa membuat fulan menggeser 180' sudut pandangnya, yg tadinya ia menganggap bahwa kegagalannya berangkat k amrik adalah masalah kini menjadi sebuah berkah krn beliau tdk termasuk penumpang naas yg ad d dalam pesawat tersebut.....
Wallaahu a'lam bisshowaab.....
ilaa bidzikrillaahi tatmainnal quluub.... sesungguhnya tdk ad yg namanya masalah yg ada hanyalah sebuah hikmah d balik segala persoalan..... Kun Fayakuun...
bestk43l
Label:
My Favorite,
Renungan
Langganan:
Postingan (Atom)
